Analisis Hadis Tasyabbuh: Kehadiran Tokoh Islam Di Perayaan Bakar Tongkang Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir

Authors

  • Rahma Julika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Idris Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Keywords:

Hadith, Tasyabbuh, Islamic figures, Celebrations, Bakar Tongkang.

Abstract

This study examines the responses of Islamic leaders to the presence of Muslims in the Bakar Tongkang celebration in Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau, with a focus on its social and theological implications. This tradition, which originated from the Chinese ethnic group, contains religious symbolism, giving rise to debates about the limits of participation in accordance with the principle of tasyabbuh. The objectives of this study are to explore the views of religious leaders, analyze the socio-theological consequences, and formulate alternative approaches to religious moderation in a multicultural society. The research method used is qualitative with a case study. Primary data were obtained through in-depth interviews with the Head of the Indonesian Ulema Council (MUI) of Rohil, representatives of the Riau Provincial Ministry of Religious Affairs, and local religious scholars, as well as direct observation of the Bakar Tongkang procession. Secondary data included classical and contemporary hadith literature, studies on religious moderation, and ethnographic studies. The analysis used the Miles & Huberman model with triangulation of sources and methods to ensure validity. The results showed that the MUI prohibited Muslims from becoming “players” in the core rituals but allowed them to be “spectators” for the sake of harmony. The Ministry of Religious Affairs emphasizes religious moderation, while local scholars emphasize respect without participation. The study recommends the narrative of “respecting without attending” and strengthening the role of institutions, education based on maqashid syariah, and inclusive cultural mediation to maintain faith and tolerance.

References

Afriani, A., Najmia, A., & Mauila, N. (2023). Toleransi beragama dalam perspektif al-quran. Basha Ir Jurnal Studi Al-Qur an Dan Tafsir, 75-82. https://doi.org/10.47498/bashair.v2i2.892

Al-Asy’ari, M., Wicaksono, S., & Rambe, M. (2024). Recontextualizing fiqh: fiqh in business ethics construction for sustainable economy in attanwir boarding school. At-Tasyri Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah, 16(1), 41-56. https://doi.org/10.47498/tasyri.v16i1.2298

Angela, S. and Prasetyo, E. (2024). Ritual bakar tongkang masyarakat tionghoa di bagansiapiapi. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 2(1), 191-198. https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i1.1451

Effendi, Y. (2023). Membangun kehidupan toleransi beragama dalam komunitas pelayanan dialog antaragama st. ignasius loyola dalam wilayah paroki kepanjen, malang. Bakti Budaya, 6(2), 134-139. https://doi.org/10.22146/bakti.6337

Evimalinda, R., Butar-Butar, R., Dongoran, E., Harahap, H., Siregar, V., Nababan, Y., … & Pakpahan, V. (2023). Cultivating an attitude of religious moderation for students at sd eppata ii batu aji batam. Gandrung Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 1185-1194. https://doi.org/10.36526/gandrung.v4i2.2922

Fadliah, I. (2022). Menyikapi perbedaan dalam islam sebagai wujud toleransi umat beragama. Jurnal Sosial Humaniora Sigli, 5(2), 222-231. https://doi.org/10.47647/jsh.v5i2.928

Fauzi, A. (2025, 5 Agustus). Wawancara Perwakilan Kementerian Agama Provinsi Riau tentang perspektif moderasi beragama dalam perayaan Bakar Tongkang. Bagansiapiapi.

Faiz, M. and Afrita, J. (2024). Kajian literatur terhadap tantangan dan prospek fikih minoritas di kalangan muslim barat. Lentera: Multidisciplinary Studies, 2(3), 349-362. https://doi.org/10.57096/lentera.v2i3.105

Fathony, I., Maula, I., & Prasastiningtyas, W. (2023). Analisis simbolisme dalam komunikasi selama bulan ramadhan untuk mempromosikan toleransi antar umat beragama. Akselerasi Jurnal Ilmiah Nasional, 5(1), 57-67. https://doi.org/10.54783/jin.v5i1.678

Hidayat, K. (2020). "Moderasi Beragama di Indonesia: Tantangan dan Strategi." Jurnal Harmoni, 19(2), 201–214. https://doi.org/10.32488/harmoni.v19i2.

Hannan, A. and Umam, K. (2023). Tinjauan sosiologi terhadap relasi agama dan budaya pada tradisi koloman dalam memperkuat religiusitas masyarakat madura. Resiprokal Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 5(1), 57-73. https://doi.org/10.29303/resiprokal.v5i1.284

Hasyim, F. and Junaidi, J. (2023). Penguatan moderasi beragama sebagai upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi pelajar di karesidenan surakarta. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 6(1), 1. https://doi.org/10.36722/jpm.v6i1.2141

Hasyim, H. S. (2025, 5 Agustus). Wawancara Ketua Umum MUI Kabupaten Rokan Hilir tentang panduan keikutsertaan umat Muslim dalam perayaan Bakar Tongkang. Bagansiapiapi.

Maknun, M., Muna, M., Prasetyo, A., & Eliza, M. (2021). Literasi keagamaan berbasis inklusi sosial melalui manajemen dan pengembangan sumber daya manusia di perpustakaan. Pusaka, 9(2), 161-176. https://doi.org/10.31969/pusaka.v9i2.522

Mansyur, I. (2025, 5 Agustus). Wawancara Tokoh Agama Lokal Rokan Hilir tentang bimbingan umat Muslim terkait perayaan Bakar Tongkang. Bagansiapiapi.

Marbun, S. (2023). Analisis pemahaman dan implementasi nilai-nilai multikulturalisme dalam hadis sebagai landasan untuk membangun harmoni sosial di era globalisasi. JIS, 1(1), 74-87. https://doi.org/10.59024/jis.v1i1.380

Maulidin, S. and Nawawi, M. (2024). Kearifan lokal dalam tradisi keislaman : memahami kontribusi budaya islam di indonesia. ISEDU, 2(2), 41-50. https://doi.org/10.59966/isedu.v2i2.1473

Munjiat, S., Rifa’i, A., Jamali, J., & Fatimah, S. (2023). Progressivism of multicultural islamic education. Munaddhomah Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(3), 572-582. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v4i3.509

Najmi, H. (2023). Pendidikan moderasi beragama dan implikasinya terhadap sikap sosial peserta didik. Al-Muttaqin, 9(1), 17-25. https://doi.org/10.37567/al-muttaqin.v9i1.2067

Olivia, O. (2022). Sinkretisme dalam ritual kirab dewi makco di kelenteng tjoe tik kiong (慈德宮cide gong) pasuruan. Biokultur, 11(2), 85-98. https://doi.org/10.20473/bk.v11i2.41256

Panuntun, S. and Aziz, A. (2023). Pendidikan multikulturalisme dan prospeknya di indonesia. Syntax Idea, 5(8), 1046-1058. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v5i8.2474

Pramulia, P. (2019). Sinkretisme dalam serat centhini jilid i karya sri susuhanan pakubuwana v. Jurnal Ilmiah Fonema, 2(2), 144-159. https://doi.org/10.25139/fn.v2i2.1812

Rahman, A. and Dalle, M. (2024). Kontekstualisasi tasyabbuh dalam fatwa mui tahun 2024 tentang salam lintas agama. Jurnal Kajian Islam Modern, 11(01), 72-81. https://doi.org/10.56406/jkim.v11i01.503

Rahman, A. and Dalle, M. (2024). Kontekstualisasi tasyabbuh dalam fatwa mui tahun 2024 tentang salam lintas agama. Jurnal Kajian Islam Modern, 11(01), 72-81. https://doi.org/10.56406/jkim.v11i01.503

Rahmelia, S. (2020). Hubungan kebermaknaan hidup dan sikap toleransi beragama pada siswa sekolah menengah atas berbasis keagamaan di palangka raya. Dialog, 43(1), 49-58. https://doi.org/10.47655/dialog.v43i1.345

Salim, A. and Andani, A. (2020). Kerukunan umat beragama; relasi kuasa tokoh agama dengan masyarakat dalam internalisasi sikap toleransi di bantul, yogyakarta. Arfannur, 1(1), 1-14. https://doi.org/10.24260/arfannur.v1i1.139

Saliro, S. (2019). Perspektif sosiologis terhadap toleransi antar umat beragama di kota singkawang. Khazanah Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 17(2), 283. https://doi.org/10.18592/khazanah.v17i2.3214

Saragih, E. and Abdurrahman, A. (2023). Endorse pakaian wanita pada kaum pria (tasyabbuh) dalam tinjauan etika bisnis islam (studi kasus selebgram pria di kota pontianak). Tawazun Journal of Sharia Economic Law, 5(2), 248. https://doi.org/10.21043/tawazun.v5i2.15425

Saragih, E. and Abdurrahman, A. (2023). Endorse pakaian wanita pada kaum pria (tasyabbuh) dalam tinjauan etika bisnis islam (studi kasus selebgram pria di kota pontianak). Tawazun Journal of Sharia Economic Law, 5(2), 248. https://doi.org/10.21043/tawazun.v5i2.15425

Setiadi, O. (2023). Sosialisasi moderasi beragama bagi siswa di desa rahtawu kecamatan gebog kabupaten kudus. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(1), 33-40. https://doi.org/10.59025/js.v2i1.65

Siswanto, S., Aksa, A., Sahrudin, M., & Wafa, M. (2024). Kampung moderasi beragama; merajut kerukunan umat beragama melalui modal sosial di desa tempur. NAJWA, 2(1). https://doi.org/10.30762/najwa.v2i1.259

Syaripudin, E. and Nurjanah, A. (2024). Perspektif hukum islam tentang memangkas rambut bagi wanita dengan meniru model artis terkenal. JH, 3(1), 10-23. https://doi.org/10.37968/jhesy.v3i1.701

Widiatmaka, P., Purwoko, A., & Shofa, A. (2022). Rumah radakng dan penanaman nilai toleransi di masyarakat adat dayak. Dialog, 45(1), 57-68. https://doi.org/10.47655/dialog.v45i1.584

Yanti, D., Adde, E., Solihin, M., & Armadila, A. (2023). Toleransi antar umat beragama perspektif al-quran. pawarta, 1(2), 98-109. https://doi.org/10.54090/pawarta.275

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Rahma Julika, & Idris Siregar. (2025). Analisis Hadis Tasyabbuh: Kehadiran Tokoh Islam Di Perayaan Bakar Tongkang Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam , 6(2), 1144–1159. Retrieved from https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/takwiluna/article/view/2604