Adat Jawa dalam Kehamilan: Tinjauan Hukum Keluarga Islam Berdasarkan Maqảṣid Syariah

Authors

  • Alan Ishlahul Umam Ulin Nuha Institut Agama Islam An-Nawawi, Indonesia
  • Achmad Nursobah Institut Agama Islam An-Nawawi, Indonesia
  • Najih Abqori Institut Agama Islam An-Nawawi, Indonesia

Keywords:

Adat Jawa, Kehamilan, Maqashid Syariah, Hukum Islam

Abstract

Kehamilan dalam budaya Jawa bukan sekadar proses biologis, tetapi juga memiliki makna sosial dan spiritual yang mendalam. Berbagai tradisi, seperti mitoni atau tingkeban, dilakukan sebagai bentuk doa dan harapan agar ibu serta bayi selamat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik adat Jawa dalam kehamilan dan mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip Maqashid Syariah dalam hukum Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menggali keterkaitan antara adat Jawa dan prinsip perlindungan dalam Islam, seperti hifz al-din (agama), hifz al-nafs (jiwa), hifz al-aql (akal), hifz al-nasl (keturunan), hifz al-mal (harta), dan hifz al-‘irdh (kehormatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat Jawa dalam kehamilan memiliki keselarasan dengan Maqashid Syariah, terutama dalam menjaga kesejahteraan ibu dan bayi, mempererat hubungan keluarga, serta menjaga keseimbangan sosial dan spiritual. Namun, beberapa praktik adat perlu disesuaikan agar tetap sesuai dengan prinsip Islam dan tidak bertentangan dengan ajaran syariah. Dengan pendekatan Maqashid Syariah, tradisi kehamilan dalam budaya Jawa dapat terus dilestarikan tanpa kehilangan esensi Islam, sehingga membentuk harmoni antara nilai budaya dan hukum Islam.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-10-30

How to Cite

Alan Ishlahul Umam Ulin Nuha, Achmad Nursobah, & Najih Abqori. (2025). Adat Jawa dalam Kehamilan: Tinjauan Hukum Keluarga Islam Berdasarkan Maqảṣid Syariah. El-Faqih : Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 11(2), 304–319. Retrieved from https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/faqih/article/view/1958

Issue

Section

Articles