Interpretasi Nikah Muth’ah dalam Surah Al-Nisā Ayat 24
(Analisis Metode dan Sumber Penafsiran dalam Al-Nukāt Wa Al-Ūyūn Karya Al-Māwardī dan Al-Tahrīr Wa Al-Tanwīr Karya Ibnu ‘Asyūr)
DOI:
https://doi.org/10.58401/takwiluna.v6i1.2102Keywords:
Metode Penafsiran, Al-Māwardī, Ibn 'Āshūr, Nikah Mut'ah.Abstract
Hasil penafsiran terhadap Al-Qur’an merupakan representasi dari kecenderungan dan kepentingan setiap mufasir, sehingga penelusuran hubungan penafsir dengan teks, visi, dan argumen menjadi keniscayaan untuk memperoleh tafsiran yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola produksi dan penafsiran Al-Māwardī dan Ibnu ‘Āshūr dalam menafsirkan QS. Al-Nisā’ (4): 24, terutama persoalan nikah mut’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analysis content sebagai konsep analisisnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pola produksi Al-Māwardī dan Ibnu ‘Āshūr merefleksikan hubungan keduanya dengan teks yang kemudian terbaca pada kecenderungan terhadap metode tafsir tertentu. Pola produksi yang berbeda disebabkan oleh motivasi keduanya dalam menulis kitab tafsir. Sedangkan perbedaan hasil penafsiran atas persoalan nikah mut’ah mengindikasikan visi serta argumen Al-Māwardī dan Ibnu ‘Āshūr yang erat kaitannya dengan konteks sosio-historis yang melingkupi keduanya. Pengharaman nikah mut’ah oleh Al-Māwardī disesuaikan pada mazhab yang dianutnya dan dominasi aliran sunni yang menjadi arus utama pada masa itu, sehingga hasil penafsirannya terkesan melegitimasi kepentingan ideologinya. Berbanding terbalik dengan Ibnu ‘Āshūr yang menghalalkan nikah mut’ah hanya dalam kondisi darurat dengan syarat-syarat tertentu. Penarikan hukum Ibnu ‘Āshūr yang demikian adalah respon terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat di Tunisia yang berperang melawan kolonialisme Perancis.
References
Al-Qur’anul Karim
‘Asyūr, Muḥammad Ṭāhir Ibn. al-Tahrīr wa al-Tanwīr. Tunis: Dār At-Tunisiyah, 1984.
———. Syarh al-Muqaddimah al-Adābiyah li al-Marzūqi ‘ala Dīwān al-Hamasah li Abī Tamām. Riyāḍ: Maktabah Dār al-Minhāj, 2008.
’Asyūr, Muḥammad Ṭāhir Ibn. Kasyfu Al-Mughatta min al-Ma’ānī wa Alfāẓ al-Wāqiah fī al-Muwaṭṭa’. Kairo: Dār al-Salām, 2006.
Al-Māwardī, Abū Ḥasan ‘Alī Ibn Muḥammad Ibn Ḥabib. Al-Hāwī Al-Kabīr. Beirut: Dār al-Fikr, 1994.
———. al-Nukat wa al-’Uyūn. Jilid 1. Beirut: Dār Al-Kutub Al-‘Ilmiyah, 1999.
Al-Mawardi, Imam. Al-Ahkam al-Sulthaniyah: Sistem Pemerintahan Khalifah Islam. Ter. Khali. Jakarta: Qisthi Press, n.d.
Al-Qazwīnī, Ibnu Majah Abū ‘Abdullāh Muḥammad bin Yazīd. Sunan Ibnu Majah. Beirut: Dār Iḥya al-Kitāb al-‘Arabiyah, 1431.
Al-Thabari, Ibnu Jarir. Tafsir Al-Thabari. Jilid 9. Jakarta: Putaka Azzam, 2007.
Al-Zahrānī, Khālid bin Aḥmad. Mawqif al-Tahir Ibnu ‘Āsyūr min al-Imāmiyah al-Ithna Asy’ariyah. Markaz al-Maghrib al-‘Arabiy li al-Dirāsah wa al-Tadrīb, 2010.
Anam, Syariful. “Corak Hermeneutika Al-Mawardi dalam Kitab al-Nukat wa al-’Uyun.” Academic Journal of Islamic Principles and Philosophy 4, no. 1 (2023): 71–92.
Arni, Jani. “Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Karya Muhammad Al-Thahrir Ibn Asyur.” Jurnal Ushuluddin 17, no. 1 (2011): 80–97.
Asfar, Khaerul. “Metodologi Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Karya Muhammad Tahir Ibnu Asyur.” Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir 1, no. 1 (2022): 5567.
Handoko, Agus. Relasi Agama dan Negara dalam Tafsir al-Nukat wa al-’Uyun Karya Al-Mawardi. Jakarta: Publica Indonesia Utama, 2023.
Jaya, Makmur. “Penafsiran Surat Al-Nisa Ayat 34 Tentang Kepemimpinan dalam Al-Qur’an.” At-Tanzil 11, no. 2 (2020): 241–68.
Maharani, Julian. “Pemikiran Ibnu Asyur tentang Maqashid Syariah dalam Ekonomi Kontemporer.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 8, no. 3 (2022): 2495–2500.
Manheim, Karl. Ideology and Utopia: An Introduction to the Sociology of Knowledge. London: Routledge & Kegan Paul, 1936.
Masyrofah, dan Gilang Rizki Aji Putra. “Pandangan Imam Al-Mawardi tentang Wizarah dan Kedudukan Wazir.” ‘Adalah 6, no. 3 (2022): 44–53.
Muawanah. “Pariwisata Halal Indonesia Perspektif Maqasid Syariah Ibnu Asyur: Kualitas Pelayanan MJ Hotel Syariah Mojokerto.” Al-Mada 6, no. 4 (2023): 735–47.
Mustaqim, Abdul. Dinamika Sejarah Tafsir Al-Qur’an: Studi Aliran-Aliran Tafsir dari Periode Klasik, Pertengahan, hingga Modern-Kontemporer. Yogyakarta: Pondok Pesantren LSQ Ar-Rahmah, 2012.
Nikmah, Lutfiyatun. “Penafsiran Tahir Ibnu Asyur terhadap Ayat-Ayat tentang Demokrasi: Kajian atas Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir.” Journal of Islamic Studies and Humanities 2, no. 1 (2017): 99.
Prasetya, Evan Edo, Yono, dan Sutisna. “Kepemimpinan Non-Muslim dalam Perspektif Imam Al-Mawardi (Kajian Literatur Kitab Ahkam As-Sulthaniyyah).” Diktum 19, no. 1 (2021): 43–56.
Sahidin, Amir. “Telaah Atas Konsep Khilafah Al-Mawardi (Studi Deskriptif Analisis).” Jurnal Penelitian Medan Agama 12, no. 2 (2021): 72–81.
Shiddiqi, Nourouzzaman. “Sunni dalam Perspektif Sejar.” Jurnal Al-Jami’ah 32, no. 54 (1994): 1–12.
Wahidin, Ade. “Pendidikan Islam Menurut Imam Al-Mawardi.” Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah 7, no. 2 (2018): 73.
Wahyudi, Ilham. “Pemikiran Ibnu ‘Āsyūr dalam Perkembangan Maqashid Kontemporer.” Jurnal Tarbawi 6, no. 1 (2018).
Zubairin, Achmad. “Tafsir Maqashidi al-Mawardi: Studi atas Ayat-Ayat Politik dalam Tafsir al-Nukat wa al-’Uyun.” Al-Dhikra: Jurnal Studi Qur’an & Hadis 4, no. 1 (2022): 81–92.













