Pelatihan Jiwa Solidaritas dan Sportifitas Santri di Pondok Pesantren Darussalam Melalui Kegiatan Lomba Rohaniah dan Badaniah Dalam Rangka HUT RI Ke Ke 75

  • Eko Febrianto Institut Agama Islam Faqih Asyari (IAIFA) Kediri
  • Mustajib Institut Agama Islam Faqih Asyari (IAIFA) Kediri
Keywords: Jiwa Solidaritas, Sportifitas Santri, HUT RI Ke75

Abstract

Tujuan dibentukkannya artikel ini sebagai wujud dari tingginya rasa nasionalisme atau masih merekatnya rasa nasionalisme dikalangan para santri yang kadangkala ia tak mendalami mata pelajaran sejarah tapi setidaknya mereka sejak dini sudah mengenal akan perjuangan - perjuangan para tokoh - tokoh pahlawan yang telah berjasa dalam memerdekaan bangsa Indonesia ini. Rasa nasionalisme tidak akan mudah merekat pada diri individu kecuali ia paham dan mempelajari secara berulang - ulang yang namanya nasionalisme. Rasa nasionalisme yang sekarang dirasakan adalah mulai lunturnya rasa akan cinta pada Indonesia karena zaman sekarang ini dipenuhi dengan jajahan - jajahan dari negara lain yang menginginkan moral bangsa Indonesia hancur dan tidak ada lagi rasa nasionalisme. Contohnya saja HP didalamnya begitu banyak aplikasi - aplikasi yang kurang bermanfaat jika digunakan secara tidak baik atau disalahgunakan. Dari HP saja bisa merusak moral kita apalagi yang lain. Nasionalisme merupakan rasa cinta terhadap Indonesia dengan tidak mengikuti tren - tren negara lain yang kebanyakan merusak moral dan jika memang mau mencontoh tren negara lain setidaknya bisa menfilternya memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan selalu diajarkan nilai – nilai tentang nasionalisme dan sejarah para pahlawan setidaknya mampu menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi penerus bangsa saat ini yang mulai luntur rasa nasionalisme padadirinya

Published
2020-04-17
Section
Articles