Pendampingan Progam Membangun Kemandirian Santri Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Melalui Pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

  • Mochammad Imam Tobroni Institut Agama Islam Faqih Asyari (IAIFA) Kediri
  • Wildan Habibi Institut Agama Islam Faqih Asyari (IAIFA) Kediri
Keywords: strategi, budaya bersih

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pembentukan Budaya Bersih di pondok pesantren Darussalam sumbersari desa kencong kecamatan kepung kabupaten kediri. Hasil penelitian yang sudah dijabarkan sebelumnya, penulis dapat mengambil kesimpulan tentang Strategi Pembentukan Budaya Bersih di pondok pesantren Darussalam sumbersari desa kencong kecamatan kepung kabupaten Kediri sudah cukup baik, dimana prosedur pelaksanaannya meliputi : keteladanan dan konsistensi, gerakan bersama seluruh santri pondok pesantren, kegiatan kebersihan, pengawasan, kerjasama dengan pihak lain (mitra), adanya kegiatan perkumpulan atau sosialisasi terkait kebersihan, dan tersedianya lingkungan fisik yang mendukung. Hampir seluruh kegiatan kebersihan pondok pesantren Darussalam sumbersari sudah dilaksanakan sesuai dengan komponen dan standar dari panduan pesantren peduli berbudaya lingkungan yang merupakan program kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  Dalam komponen dan standar dari pesantren peduli dan berbudaya lingkungan ini, terdapat empat komponen dan standar pondok pesantren. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan, pondok pesantren Darussalam sumbersari hanya memenuhi dua dari empat komponen tersebut yaitu: terletak pada kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. Sedangkan pada dua komponen lainnya, pondok pesantren Darussalam sumbersari belum mengimplementasikan komponen tersebut, yaitu : kebijakan berwawasan lingkungan dan pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan. Budaya hidup bersih yang ada di pondok pesantren Darussalam sumbersari sangat dipengaruhi dari keteladanan dan konsistensi serta pengawasan  dari bapak pimpinan pesantren dan sikapnya ini diikuti dan banyak ditiru oleh para kepala pondok dan guru-guru, didukung pula dengan adanya pengawasan kebersihan, adanya kegiatan partisipatif, seperti: adanya piket kelas, piket mingguan dan piket tahunan dan penghijauan, adanya sosialisasi atau pendampingan terkiat dengan kebersihan dan pendidikan lingkungan hidup bersih, dan didukung dengan adanya banyaknya lahan yang dimiliki oleh pihak pesantren, menjadikan kawasan madrasah dan pesantren ini menjadi asri dan hijau

Published
2020-04-17
Section
Articles